rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Minggu, 30 Mei 2010

3 Motivasi dari AMT

AMT (Achievement Motivation Training) adalah salah satu dari sekian banyaknya acara yang diadain ama sekolah gue. Acara yang diadakan di puncak ini diadakan bukan tanpa alasan. Alasannya, untuk membakar semangat yang terkubur di dalam diri setiap anak kelas 9 dan aksel 2, sebagai bahan bakar untuk mempersiapkan dan menempuh ujian nasional, ujian sekolah, dan ujian praktek. Dengan menghadirkan pembicara dan motivator, dijamin semangat para lulusan AMT berkobar2 dan tidak hanya siap untuk menghadapi ujian akhir, tapi juga siap menghadapi dunia.

Gue juga dapet motivasi berharga di acara yang diadakan di puncak ini.

Motivator pertama yang berbicara di depan kami adalah dik doang. Seorang selebriti dan juga pembicara pendidikan, karena merasa terpanggil untuk membantu anak2. Dan mas doang ini sepertinya sudah di program untuk menjadi pembicara. Santun dalam berbicara dan sangat ramah, membuat kami terhanyut dalam kisah hidupnya yang sedang dia bicarakan.

Diakhir acara, mas doang mempersilakan bagi kami untuk bertanya. Banyak yang ragu2. Gua memberanikan diri dan mengangkat tangan. Mas doang mempersilakan gua, dan gua dengan malu2 menerima mike dan maju kedepan.

'saya thariq dari kelas aksel 2. mas doang, saya mau nanya, padahal mas doang dulunya serba kekurangan, tapi kok bisa menjadi sukses kayak sekarang?', gua nanya. 'sini dek,' mas doang bilang. Dan dia rangkul gua waktu gua berdiri di sebelahnya.

'kenapa dari hidup yang serba kekurangan saya bisa menjadi seperti sekarang? karena saya mempunyai motivasi. Motivasi saya adalah ingin berguna bagi orang lain. Jadi, saya berusaha untuk menjadi sukses agar bisa berguna untuk orang lain.'

Gua langsung merenungkan jawaban mas doang. Selama ini gua nyari apa motivasi yang bisa gua gunakan buat mengalahkan musuh utama gua, malas. Motivasi mendapatkan nilai bagus? membanggakan ortu? mendapatkan dunia? mendapatkan banyak teman? gak ada yang mempan.

Tapi kalo supaya berguna bagi orang lain? Ini gak kepikiran ama gua. selama ini gua motivasi gua dari dalam, motivasi yang tujuannya untuk kepentingan sendiri. Tapi kalo dari luar, untuk orang lain? hmm.. mungkin bisa. Membantu dan membahagiakan orang lain. Gua juga pasti seneng kalo gua berguna buat orang lain. Dan disaat bersamaan gua juga heran, kenapa kalo kita bisa membantu orang, padahal kita gak dapet apa2, malah seneng? mungkin ini adalah anugrah yang diberikan allah kepada insan di dunia, yang membuat hidup lebih indah.



Itu petuah pertama. Petuah keduanya gua dapet di acara berikutnya pada malam harinya.

Setelah perut panuh dengan makan malam, kita didatangi seorang motivator yang namanya mas aris. Seorang lagi datang, yang sepertinya seniornya. Tapi dari perkenalan sampe mas aris turun panggung, mas aris doang yang ngomong.

Pak guru udah nyuruh kita yang bergelimang air mata dan berkobar2 semangatnya untuk tidur, tapi gua belom mau tidur. Gua pengen nanya sesuatu ama mas aris, karena mas aris gak ngasih sesi tanya jawab. Berhubung gua mau ngumpulin keberanian, gua bantuin beresin aula pertemuan sambil ngawasin mas aris, yg lagi ngomong ama guru gua.

Akhirnya sampe selese bantuin beresin belum cukup keberanian gua. Untung semangat gua habis dibakar habis2an ama mas aris, jadi gua deketin dia. 'mas aris, saya mau nanya..', 'oh, nanya ama senior saya aja ya.', dia jawab. Kayaknya lagi sibuk ama laptopnya. 'Ada apa dek?' tanya seniornya. Perawakannya besar, dan tampangnya mencerminkan orang yang sangat optimis. Sayangnya namanya gua lupa. 'Pak, saya mau nanya sesuatu..' 'oh, kita bicara diluar ya', dan dia ngajak gua keluar.

'Nanya apa dek?' tanyanya setelah kita duduk. Gua nanya 3 pertanyaan, yang sayangnya lagi gua lupa 2 diantaranya. Cuma pertanyaan terakhir yang gua inget. 'pak, sebenarnya di dalam diri saya seperti ada yang ngomong ama saya, seperti teman akrab. Dan dia selalu memotivasi saya. Bapak tau dia sebenarnya siapa?', gua kira senior mas aris ini bakal bingung, tapi dia jawab 'Yang bisa memotivasi diri sendiri adalah diri sendiri. Misalnya, walaupun saya motivator, tapi apa saya tidak pernah bersedih?'

Itulah penggalan tanya jawab gua ama seniornya mas aris, yang bisa diinget otak pelupa gua. Bagaimana pun, gua dapet motivasi ke 2: 'motivasi terbesar datang dari diri sendiri'. Biasanya kita berpikir asal motivasi itu dari motivator ato psikiater, padahal mereka hanya menyadarkan kita akan motivasi dan semangat yang ada dalam diri kita. Gua heran, kenapa senior mas aris ikut ke amt, padahal gak ngomong apa2? mungkin dia dikirim allah buat menemui gua?





Dan motivasi ke 3 gua dapet dari pembicara terakhir, dokter aisyah. Seorang wanita berkerudung ini adalah pakar psikolgi yang jauh2 datang dari jakarta untuk memberitahu kita bahwa segala kegiatan harus diawali dengan niat. Dan, lagi2 diakhir acara gk ada sesi tanya jawab, kayak acara mas aris gara2 kita udah harus pulang. Padahal gua mau nanya. Kayaknya gua emang di uji habis2 an ama allah. Mungkin pingin tau seberapa jauh gua berjuang dapet motivasi.

Gua kumpulin keberanian lagi buat nanya ke pembicara terakhir. 'assalamualaikum dokter aisyah, saya mau nanya..', 'ya ada apa dek?' tanyanya ramah. akhirnya kekejar juga di tangga. 'Jadi setiap kegiatan harus diawali niat ya bu?'. 'iya, jadi biar kita sukses menyelesaikan suatu kegiatan, kita niatin dulu. niatnya harus jelas. misalnya: 'aku mengerjakan pr matematika dengan lancar dan sukses dan selesai 1 jam kemudian'. niatin terus minimal 3 kali. Sampe selurus sel tubuh mu mendengarnya. Trus kita bayangin perasaan puas kita ketika kegiatan sudah selesai. Baru kerjain kegiatan. Amin.... . Insyaallah kamu lebih termotivasi untuk menyelesaikan kegiatan tersebut,'

Allah ngajarin kita untuk berdoa sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Entah belajar, keluar rumah, sampe masuk wc ada doanya. Ternyata ini tujuannya. Gua dengan semangat pergi ke tempat parkir bus yang bakal bawa gua pulang.

Selain 3 motivasi tadi, gua dapet 1 pengalaman, yaitu keberanian. Mungkin kalo gua gak punya keberanian, gua gak bakal dapet 3 motivasi itu. Keberanian yang di dasari perasaan ingin maju, adalah rahasia orang sukes. Keberanian untuk mencoba dan gagal. Keberanian untuk jatuh dan bangkit lagi.

Sekarang gua udah lulus dari labschool, dan akhirnya gua dilepas untuk menghadapi masa yang lebih sulit, masa sma. Tapi gua merasa lebih yakin dengan 3 motivasi yang gua dapet di amt. "demi orang lain", "motivasi terbesar datang dari diri sendiri", dan "awali kegiatan dengan niat". Dan juga pengalaman "keberanian". Gua bersyukur atas pengalaman yang luar biasa ini. Dan gua bersyukur milih smp labschool.

salam persahabatan.
dari penulis yang berharap tulisannya berguna bagi pembaca.


Kamis, 27 Mei 2010

Perang Penentuan: UN

Salam, para pembaca yang budiman,

Pertama2 gue mohon maaf kalo udah lama gak posting. Soalnya gue gak bisa sign in ke akun blogger gue, entah kenapa. Padahal selama beberapa bulan ini gue punya pengalaman2 berharga yang mau gua bagi buat para pembaca. Doain aja semoga gua masih inget pengalaman2 itu, dan kalo gua inget dan gue nulis pengalaman itu di blog ini, terdapat pelajaran yang berguna bagi pembaca.

Terakhir gue posting waktu gue udah menempuh ujian akhir semester (UAS), UAS terakhir di smp labschool bagi gue dan temen2 gue. Habis ini kita bakalan siap2 buat perang yang sebenarnya, Ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah (US), dan Ujian Praktek (UP), yang menentukan nasib 263 murid kelas 9 smp labschool. Lulus atau ngga.

1001 persiapan kita lakukan untuk memberi yang terbaik di hari H. Mulai dari semalem belajar suntuk, serius belajar di bimbel, minta maaf ke teman dan keluarga, salat tahajud, sampe salat dhuha di masjid sekolah, yang mendadak pengunjungnya menbludak menjelang Ujian akhir.

Gue sendiri, deg-deg an. Terutama di H-2 an. Bukan deg-deg an gara2 takut, anehnya, tapi gara2 seneng. Seneng akhiranya ada tantangan di hidup gue yang biasa2 aja. Di saat orang lai, kecuali orang yang sama kayak gue, takut, gue malah bersuka cita. Seolah gue punya kekuatan 'mengubah sesuatu yang tidak menyenangkan menjadi menyanangkan'.

Akhirnya tiba juga hari H. tepatnya 29 Maret untuk UN bahasa indonesia. Sebelum gue kerjain, gue menatap rindu kertas soalnya, seolah bertemu kembali dengan sahabat yang sudah lama gak liat. Dan gue kerjain. Lumayan juga soalnya, konteksnya mirip ama yang di paket soal buku Sukses Ujian Nasional (SUN). Dan, sama susahnya. Berbekal ilmu yang gue borong dari guru Bahasa indonesia labschool, Pak Budi guru privat gue, kak tiwi guru bimbel gue, dan pengalaman gue berbahasa indonesia selama 14 taun, akhirnya gue menyelesaikan 1 tantangan.

Matematika. Ada satu soal yang gue gak tau caranya, dan waktu selese ujian, setelah mencocokkan jawaban ama temen, soalitu telah merampas impian gue dapet 100 di mat. Yah, kenyataan kadang2 gak sesuai harapan. Gue jadi gila sendiri ampe sobat gue kesel ama gue, 'gak bisa diubah lagi tor!'

Di UN Bahasa inggris, ada soal yang mirip di buku SUN. Tapi sifat lupa gue berhasil memotong nilai gue dari soal itu.

UN terakhir, ipa. Gue kerjain ampe titik darah penghabisan. Bahasa gampangnya, sampe waktu habis. Bukan buat nguping dari temen yang udah selese dan bisik2 membahas soal, tapi menikmati saat2 terakhir UN SMP yang gue jalanin sekali seumur idup.

Akhirnya UN, yang kita persiapkan selama 3 bulanan, yang selama 3 bulan itu seperti monster besar yang menghadang, yang dibesar2kan sebagai penentu nasib murid kelas 3, menjadi angin lalu begitu gue keluar ruang ujian yang juga merupakan kelas gue juga. Akhirnya UN selese, dan tinggal menghadapi UP ama US, gue bisa merebut kemerdekaan gue lagi.

Salam persahabatan,
bersambung di postingan berikutnya.









Sabtu, 20 Maret 2010

The greatest number 1

Dari 10 angka arab, ada satu angka yang paling agung. Angka yang mengawali segalanya Angka yang menjadi ibu bagi bilangan2 yang lain. Angka yang melambangkan cahaya, itulah angka 1.

Padahal angka 1 itu angka yang paling lemah, angka yang paling kecil dari yang lain, yah, lebih gede dari angka 0, memang. Tapi, jangan remehkan angka ini, teman. Karena tanpa angka yang agung ini, angka2 lain ngga bakal pernah lahir. Karena, semua angka terbentuk dari penjumlahan dari angka 1. Layaklah angka ini disebut ibu dari angka.

Ada lagi, keagungan angka 1 yang lain. Angka 1 melambangkan yang pertama, yang terbaik, yang tertinggi. Nomor 1. Pokoknya, angka 1 melambangkan yang paling atas diantara yang atas.

Walaupun dia angka yang agung, tapi dia ngga sombong. Contohnya dalam perkalian, setiap suatu angka di kalikan dengan angka 1, hasilnya bukan angka 1, tapi angka yang dikalikan. Angka 1 sangat menghormati angka lain. Ada lagi kerendah hatian angka ini. Contoh, kalian sebut angka ini apa? 12, 1o3, dan 1oo4? yup. Kita akan menyebutnya dua belas, seratus tiga, seribu empat. Lalu, angka 23, 7o6, 5oo2? dua puluh tiga, tujuh ratus enam, dan lima ribu dua. Apa maknanya? rangkaian angka, enat puluhan, ribuan atau ratusan, jika diawali angka disebutnya bukan satu puluh ato satu ratus, tapi belas, seratus, seribu, dst. Dia ngga menampilkan dirinya secara langsung. Rendah hati, bukan?

Terus ada lagi, 220210 dikurangi 220310 hasilnya 1. Lah? kenapa salah? Jangan bingung teman, ini juga ada maknanya. At least, I just want to say:

HAPPY ANNIVERSARY, YOU 2!

Salam persahabatan.
Keep laughing, friend.

The miracle of arabic number

1, 2, 3, 4, 5,6,7, 8, 9, 0, adalah lambang dari jumlah yang kita kenal saat ini, yang merupakan angka arab. Sistem perangkaan arab jauh lebih mudah dari sistem perangkaan lain. Misalnya angka mesir.. Misalnya x adalah lambang angka mesir. Setiap x melambang kan 1. jadi, xxxx melambangkan 4. Lalu ada lagi yang benama y, setiap y melambangkan 10, jadi, yyy melambang kan angka 30. dan seterusnya. Jadi, xxxx yyy melambangkan jumlah 34. Jauh lebih mudah angka arab, jumlah empat puluh tiga cukup dilambangkan dengan 2 lambang, 43.

Yang lebih menarik, setiap angka dari angka arab mempunyai keajaiban bagi orang yang mengeri keindahannya. misalnya angka 9.

1 x 9 = 9
2 x 9 = 18
3 x 9 = 27
4 x 9 = 36
5 x 9 = 45
6 x 9 = 54
7 x 9 = 63
8 x 9 = 72
9 x 9 = 81
9 x 10 = 90

ngga ada yang aneh memang, tapi kalo angka yang melambangkan puluhan dan satuan dari hasilnya dijumlahin, semuanya menghasilkan angka 9. Interesting, isn't it?

Terus, ada lagi angka 4. Angka 4 ini punya keajaiban:
- angka 4, dalam ajaran agama phytagoras, melambangkan kesucian.
- angka 4 digunakan untuk mengganti kata for.
- yang paling menarik, 210310 dikurangi 211209 hasilnya 4. kenapa? padahal hasilnya 899.

nah, pernyataan terakhir itu hal yang ingin gue samepin di postingan gue kali ini. Gue cuman mau ngucapin:

HAPPY ANNIVERSARY, YOU 4 !!

keajaiban angka 4 yang terakhir.

Salam persahabatan.
Keep smiling, guys.

Jumat, 19 Maret 2010

JANGAN MENYERAH!

Gue heran.

Kenapa di kehidupan ini banyak masalah. Ga cuma gua doang, temen gue juga punya masalah. Lebih berat dari masalah gua, malah. Ada yang lagi musuhan ama temen, putus ama pacar, ada yang orang tuanya cerai, yang orangtuanya meninggal, yang takut persahabatan dengen temannya berakhir, banyak deh. Bahkan diluar sana masih ada yang lebih berat lagi. sangking banyaknya, gua bisa bikin satu postingan panjang yang isinya semua masalah itu. Kenapa masalah itu banyak? terus kalo masalah itu udah selese, muncul masalah lagi.

Itu keluhan gue waktu gue ada dijemputan waktu pulang. Gua lagi dengerin mp3, dan, kebetulan banget, entah mp3 yg udah gua pake selama 3 taun itu tau susana hati gue lagi gimana, dia lagi mengalunkan lagu yang cocok banget ama suasana hati gue.

kita pasti pernah.... dapatkan cobaan yang berat... jangan kau sesali... segala yang telah terjadi..

Ya, kita pasti pernah dapat cobaan yang berat. Kita ngga bakal bisa ngubah yang udah terjadi walopun kita menyesali sedalam apapun. Sebelom gua selese berpikir, nada mulai mengalum lagi.

Tak ada manusia yang terlahir sempurna.... jangan kau sesali... segala yang telah terjadi...
Kita pasti pernah... dapatkan cobaan yang berat... seakan hidup ini... tak ada artinya lagi...

Kenapa kita mendapat masalah? Karena tak ada manusia yang terlahir sempurna. Bahkan nabi pun punya kekurangan. Seseorang walaupun dimata kita sempurna, pasti mereka punya kekurangan, punya masalah juga. Karena bagaimanapun, mereka tetap manusai biasa. Karena mempunyai masalah, ada orang yang nekat bunuh diri, seakan hidup ini tak ada artinya lagi. Padahal hidup sangat berarti, walaupun hanya singkat.

Syukuri apa yang ada... hidup adalah anugrah... tetap jalani hidup ini... melakukan yang terbaik...

Kita mempunyai masalah, lalu apa? apa yang harus kita lakukan? Syukurilah apa yang ada, kita masih meiliki teman dan keluarga yang siap membantu dan menemani kita. Bersyukurlah bahwa dengan adanya masalah ini, kita bisa menjadi lebih tegar, lebih dewasa, dan mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang berharga. Walopun sedikit, lakukan lah yang terbaik untuk menyelesaikan masalah dan menjalani hidup. Karena:

Tuhan pastikan menunjukkan.... kebesaran dan kuasanya... bagi hambanya yang sabar... dan tak kenal putus asa...

Tuhan masa penyayang, teman. Dia selalu sayang sama kita, walopun kita punya banyak dosa. Ia pasti akan membantu kita, dengan kebesaran dan kuasanya. Tidak ada yang tidak bisa dilakukanNya. Ia pasti menolong orang yang sabar dalam menghadapi masalah, dan tetap berjuang untuk terus melangkah di dunia, walopun dihantam berbagai masalah sampai berdarah2.

Gue jadi inget, gue pernah denger ceramah. Isinya gini:
'Kita minta bunga yang indah ke allah, tapi kita di kasih kaktus yg tajam. Kita minta bintang yang indah, tapi dikasih ulat bulu yang jelek. Biasanya kita membuang benda2 yang tidak kita minta itu, tapi coba kita simpan benda2 itu dulu. Dan jika kita lihat, lama kelamaan kaktus tersebut ternyata bisa menghasilkan bunga yang indah, dan ulat bulu itu berubah menjadi kepompong, dan akhirnya menjadi kupu2 yang cantik.'

Tuhan pasti sedang menyiapkan yang terbaik. Suatu saat pasti masalah kita selesai dengan indah. Walopun ternyata berbeda dengan harapan kita, Pasti itu yang terbaik buat kita.

Dan, gue inget kisah yang diceritain bokap:
'Ada seorang anak liat seekor kupu2 yang lagi keluar dari kepompongnya. Dia merasa kasian ama kupu2 yang kayaknya susah dan menderuta banget waktu berusaha keluar dari kepompongnya. Akhirnya si anak ngebantuin kupu2 keluar dari kepompongnya. Tapi apa yang terjadi? walopun bisa keluar lebih mudah, kupu2 itu sayapnya ngga bisa mengembang. Sayap kupu2 emang dilurusin ama kepompongnya waktu keluar secara alami, sehingga sayapnya bisa mengembang sempurna.'

So, kenapa masih pusing dengen masalag kita? kenapa masih sedih? Kenapa masih putus asa?
jangan menyerah.. jangan menyerah... Makasih, d'massiv.

Salam persahabatan.
Untuk teman2, keluarga, dan penulis sendiri yang sedang menghadapi masalah.

Senin, 08 Maret 2010

Kartu Nama

Stelah bergulat ama rasa malas, akhirnya nih kartu nama tugas TIK omjay. Maaf ya, omjay, baru sekarang ngumpulin. Desainnya gak seberapa, cuma nambahin kata ke gambar. Jadi minder gue ngeliat yang lain, keren2 banget. Sudahlah, gua bersyukur ama yang gua dapet. Dari pada ngga ada?






Salam persahabatan
dari penulis yang baru belajar corel draw.

Sabtu, 06 Maret 2010

Ketika Sudah di Puncak

Sujud syukur, akhirnya UAS yang super melelahkan selesai juga. Itu pikiran pertama yang gua rasain waktu udah keluar dari ruang ujian. Walaupun masih cemas apa gue udah jawab soal dengan benar tadi, gua ngga bisa menahan diri menghirup sedalam2 nya udara kemerdekaan. Setelah seminggu bergulat ama setumpuk buku, kertas rangkuman, ama pikiran udah siap menhadapi ujian apa belom, akhirnya gua bebas main. Pokoke, sampe rumah bales dendam, harus!

Tapi kenyataan tak seindah yang gue pikirkan. Baru 2 jam bebas dari ikatan yang benama ujian, gua udah merasa terikat lagi. Seolah komik yang lagi gua baca ama oreo yang lagi gua makan mengikat gua. Kebebasan ini terasa aneh. Setelah berjuang belajar ampe malem selama satu minggu, gua bebas, dan ini rasanya aneh.

Gua berbaring di sofa, menatap langit2. Sekarang, gua udah mencapai apa yang gua inginkan, yaitu kebebasan. Gua teringat masa2 gua bejuang ngelewatin masa2 ujian. Saat gua berusaha masukin setiap kalimat yang ada di buku ama rangkuman ke otak, saat gua dihantuin pikiran bahwa gua belom siap ngadepin ujian, saat gue tegang menghadapi ujian... tapi semuanya telah berlalu. Sekarang perjuangan pun berakhir. Gua udah ada di puncak, mengamati setiap penderitaan yang udah gua laluin dari atas.

Tapi setelah dipuncak, apa yang akan gua lakuin lagi? segalanya telah selese, ngga ada yang mesti gua lakuin lagi. Gua udah nggak usah berjuang lagi. Gua jadi kangen masa2 dimana gue berjuang menggapai apa yang pengen gua raih. Waktu itu gua masih punya tujuan. Tapi begitu udah diraih... gua udah mati rasa, karena ngga ada tujuan, tujuannya sudah habis.

Mungkinkah kayak gini gambaran kalo UN, UAS, ama ujian raktek udah selese? kelulusan SMP dan libur panjang yang selama ini gue perjuangkan buat diraih, yang di saat gue memimpikan tujuan itu ketika berjuang buat meraihnya, terasa hambar jika sudah meraihnya. Gua juga takut, kalo kita udah masuk surga nanti. Kalo gua udah ada di tempat tujuan akhir, tujuan setiap insan di muka bumi, tujuan hidup ini, the last of the last goal, apa yang akan gua lakukan nanti? gua disaat itu udah ngga punya tujuan lagi. Gua jadi serem bayanginnya. Walaupun gua ngga tau bakal masuk surga ato ngga.

Ah, apa yang gua pikirkan. Baru selese UAS, udah mati rasa kayak gini. Masih ada Ujian kelulusan SMP. Kalo udah lulus SMP, masih harus berjuang di SMA. Kalo udah SMA, milih Kuliah dimana. Belom lagi mengejar impian gua menangin pulitzer. Masih banyak yang bisa gua perjuangin. Soal di surga nanti... pokoke gua berjuang dulu deh di dunia. Jalan gua masih panjang, dan gua bukan ada di puncak, tapi ada di permulaan jalan menuju puncak. Dan gua ngga tau apa yang ada di depan gua nanti.

Salam persahabatan.
Dari penulis yang sedang berada di permulaan jalan menuju puncak.